Minggu, 16 Desember 2012

Cara Sederhana Cegah Penyakit Jantung


Risiko penyakit jantung mengintai siapa saja. Gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat menjadi salah satu penyebabnya. Namun, Anda dapat mencegah risiko tersebut dengan melakukan beberapa kebiasaan sehat berikut. 

Ternyata, perubahan kecil dalam hidup Anda bisa  memberikan manfaat yang baik terhadap kesehatan Anda. Misalnya saja, perubahan pola makan yang sedikitnya dapat menjauhkan Anda dari risiko penyakit jantung yang mematikan. Untuk itu, perubahan berikut ini bisa membantu Anda agar terhindar dari penyakit jantung, demikian yang dilansir Magforwoman.

Olahraga 
Anda dapat menurunkan risiko penyakit jantung dengan berolahraga secara teratur. Khususnya bagi wanita yang mengalami menopause. Setelah Anda menopause, kemungkinan tekanan darah dan kadar kolesterol akan meningkat. Untuk itu, Anda bisa melakukan latihan kardiovaskular sebanyak empat kali dalam sepekan dan 35 menit setiap sesi latihan. Minimal lakukan olahraga sebanyak tiga kali sepekan untuk jantung tetap sehat.



Konsumsi makanan sehat

Sertakan sayur dan kacang-kacangan dalam menu Anda. Hindari makanan beku atau kalengan, daging merah dandan makanan instan. Mereka cenderung memiliki kadar garam lebih yang tidak baik bagi jantung Anda.



Kurangi garam dan setop merokok

Kurangi asupan garam dalam makanan Anda untuk mengontrol tekanan darah dan berhentilah merokok mulai dari sekarang.



Konsumsi makanan dengan omega-3

Gandum, atau ikan salmon bisa menjadi pilihan Anda. Omega-3 membantu untuk memperlambah pertumbuhan plak dalam pembuluh darah yang dapat menyumbat arteri.


Meditasi untuk mengurangi stres

Anda bisa berendam air hangat, mendengarkan musik, dan bisa membantu menenangkan pikiran Anda. Jangan menyimpan emosi Anda, biarkan mereka keluar dalam bentuk tawa atau tangisan. Marah dan menyimpan emosi punya kaitan yang erat dengan stres dan penyakit jantung.
Sumber: magforwomen


Tak Suka Sayur & Buah, Siap-Siap Risiko Kanker
Kanker serviks atau kanker rahim cukup membuat resah kaum wanita saat ini. Banyak yang tidak mengetahui cara pencegahan yang bisa dilakukan agar terhindar dari penyakit menakutkan tersebut. Namun, antisipasi sederhana bisa dilakukan sejak dini.

Keganasan kanker serviks atau kanker rahim umumnya menyebar melalui human papillomavirus (HVP). Biasanya, virus ini tertular pada saat melakukan hubungan seksual. Yang cukup mengkhawatirkan ialah penggunaan kondom atau alat kontrasepsi tidak dapat mencegahnya untuk tidak masuk dalam tubuh, demikian yang dilansir Healthmeup.

Meski demikian, ada sejumlah cara yang bisa dilakukan sebagai langkah preventif. Inilah beberapa di antaranya:

- Karena perkembangan kanker serviks memakan waktu begitu lama, pap smear merupakan alat paling mudah untuk mendiagnosa dan mengobati. Dokter menyarankan, wanita berusia 21 tahun ke atas untuk melakukan pemeriksaan pap smear. Tes ini akan melihat apakah ada perubahan dalam sel-sel rahim Anda. Selain itu, metode ini juga bisa mendeteksi infeksi, sel yang tidak normal, dan keberadaan kanker serviks. Anda bisa melakukan tes ini setiap satu atau tiga tahun sekali.

-Para ilmuwan telah mengembangkan vaksin yang membantu mencegah beberapa jenis HPV dan melindungi terhadap HPV yang paling sering menyebabkan kanker. Vaksin ini berfungsi sebagai salah satu penangkal pertama terhadap infeksi HVP dan kanker serviks.

-Peringatan untuk berhenti merokok sudah cukup ramai saat ini. Tentu ini bukan tanpa alasan. Merokok meningkatkan risiko kanker serviks dua sampai lima kali. Merokok menyebabkan penurunan fungsi sistem kekebalan tubuh.

-Wanita yang tidak suka makan sayur dan buah, juga dapat menempatkan diri mereka dalam risiko tinggi untuk terkena kanker serviks. Oleh karena itu, perbanyak konsumsi sayur dan buah untuk menghindari kanker serviks.

-Penggunaan kontrasepsi oral yang terlalu lama ternyata juga dapat meningkatkan risiko kanker leher rahim.  Penelitian menunjukkan bahwa risiko kanker serviks naik semakin lama seorang wanita mengambil kontrasepsi oral, namun risiko kembali turun lagi setelah kontrasepsi oral dihentikan.