Selasa, 01 Oktober 2013

Sejarah, Metode, Dampak, Pengalaman tentang OCD (Obsessive Corbuzier’s Diet)

Hasil dari Obsessive Corbuzier's Diet (OCD).

Beberapa waktu belakangan ini, awalnya lewat media twitter (terutama yang memfollow pesulap Deddy Corbuzier), disana terdapat foto Deddy Corbuzier yang bertelanjang dada dengan otot-otot yang kekar diseluruh tubuhnya. Ya, pada waktu itu banyak sekali tweet balas membalas antara Deddy Corbuzier dengan follower nya.

Ternyata setelah Kita mengamati dengan seksama, Kita mendapatkan informasi bahwa Deddy Corbuzier sedang bercerita dan berbagi pengalaman dengan follower nya mengenai cara atau metode diet yang Dia jalani selama ini hingga mendapatkan tubuh kekar. Pada cara diet yang dijalani, Deddy mengharamkan sarapan. Ia yakin sarapan hanya akan menghambat pembakaran lemak. Dan masih banyak lainnya...

Berikut dibawah ini Penulis sajikan ringkasan tentang cara diet ala Deddy Corbuzier, yang diberi nama OCD alias Obsessive Corbuzier’s Diet, baik sejarah awal mulanya, dampak positif-negatif nya, cara mejalaninya, sharing pengalaman yang pernah menjalaninya, dan lain sebagainya..

Oya, spesial untuk bonus bagi pembaca sekalian, Penulis sertakan e-book gratis mengenai OCD ala Deddy Corbuzier ini secara lengkap penjelasannya, e-book dalam bahasa indonesia download sini, e-book dalam bahasa inggris download disini.


1. Seperti dikutip dari vivanews:

Deddy Corbuzier. Orang banyak mengingat nama ini sebagai tukang sulap bertubuh tinggi besar, dengan penampilan agak seram. Dia kerap memberi bayangan hitam di sekitar kelopak mata, dan dahi. Rambutnya dulu panjang, dikuncir kebelakang, dan wajahnya terkesan lebih lebar.

Tapi sejak 2009, lelaki bernama asli Deodatus Andreas Deddy Cahyadi Sunjoyo ini “menyulap” tubuhnya, dan membuat banyak orang tercengang. Perutnya kini tanpa balutan lemak. Bongkahan otot mencuat di lengan, dada dan paha, bagai hasil pahatan artis seni rupa.

Kepalanya kini dicukur plontos, dan kian menguatkan kesan torso ramping dan liat itu.“Dulu berat saya 100 kilogram, sekarang hanya 70-71 kilogram,” ujar Deddy.

Dulu Deddy suka risih dengan bentuk tubuhnya. Apalagi, sebagai magician, dia kadang harus tampil telanjang dada di panggung, atau di depan kamera. “Saya stres karena saya sadar tubuh saya tidak bagus.”

Tapi sekarang keadaan terbalik. Tanpa disuruh, ia begitu percaya diri melepas kemeja di atas podium. Kini ia memang punya kegiatan baru: berceramah tentang rahasia tubuh indah.

Lima bulan belakangan ini, Deddy rajin menyebarkan ajaran diet model anyar. Ia menyerukan revolusi cara melangsingkan tubuh. Kalau diet biasa kesannya tersiksa, maka Deddy menggoda para pemimpi tubuh indah dengan cara barunya itu. Tak perlu ribet hitung menghitung kalori.

Ia kapok dengan diet biasa. Lebih dari sepuluh tahun dia makan nasi beras merah dan dada ayam kukus. Hasilnya? Timbangannya berkisar di angka itu-itu saja. Lalu dia menemukan satu metode baru, yang disebutnya sebagai Obsessive Corbuzier’s Diet (OCD). Dia memadukan teknik Intermittent Fastingdan High Intensity Interval Training (HIIT).

1.1. Sejarah

Ide diet ini bermula tatkala Deddy berada di Hong Kong. Alkisah, dia bertemu dengan seorang lelaki yang menjadi sopir untuk mobil yang disewanya selama sepekan di negeri itu. Deddy ke Hong Kong dalam rangka memperdalam ilmu beladiri Wing Chun.

Tapi dia mendapat satu berkah lain. Sopir itu ternyata bekas biksu di kuil Shaolin, sebuah biara yang tersohor sebagai pusat ilmu kungfu di dunia. Yang membuat Deddy terpukau adalah lelaki itu tampak gesit. “Saya kira dia berumur 40 tahun,” ujarnya (lihat: Inspirasi Diet dari Kuil Gunung Shaoshi).

Dia penasaran oleh penampilan lelaki itu. Setelah bertanya, dia terkesiap begitu tahu lelaki itu berumur 70 tahun. "It’s impossible I think. Kemudian saya tanya bagaimana dia bisa mendapatkan itu," ujarnya berkisah.

Setelah ngobrol ngalor-ngidul, si bapak sopir itu akhirnya membocorkan resep awet mudanya: puasa dengan hanya makan satu kali sehari.

"Pulang ke Indonesia ide diet itu lenyap. Saya kembali berkutat ke diet lama saya dan kebodohan yang sama. Tak mau mengambil risiko untuk hal baru." Lima tahun kemudian ia baru tergerak mencari referensi soal puasa yang dilakukan sopir itu.

"Saya mencobanya. Here I am with eight packs stomach and going younger and stronger! Bigger with muscle.”

Tapi soal makan sekali sehari, mantan Presiden BJ Habibie dikabarkan telah lebih dulu menerapkan. Rahasia awet mudanya adalah mengatur pola makan dan olah raga. Dia mengungkapkan hal itu pada suatu acara talkshow di Kuningan, Jakarta Pusat, di hadapan Aliansi Jurnalis Independen akhir Agustus lalu. Habibie hanya makan sekali dalam sehari. Setelah itu, dia banyak minum air putih, dan berenang tiga jam sehari.

1.2. Metode

Teori diet Deddy sebetulnya sederhana: menghindari makan pagi, dan mengatur jam makan.  Dia menyebutnya sebagai “jendela makan”.Selebihnya adalah puasa. Tapi bukan puasa total tanpa makan dan minum (lihat Infografik: Metode OCD).

Versi puasa Deddy adalah tak boleh memakan asupan apapun yang mengandung kalori. Demikian juga minuman, yang dilarang adalah minuman mengandung kalori. “Air putih, teh atau teh tanpa gula boleh,” ujarnya.

Pada dietnya, Deddy mengharamkan sarapan.  Ia yakin sarapan hanya akan menghambat pembakaran lemak. Sedangkan makan malam akan dibakar saat tidur hingga tidak akan menjadi masalah.

Soal “jendela makan” yang dimaksud adalah kebebasan memilih waktu puasa. Antara lain: puasa 16 jam dengan waktu makan 8 jam, puasa 18 jam dengan waktu makan 6 jam, dan puasa 20 jam dengan waktu makan 4 jam.

Artinya?

Selama 8, 6 atau 4 jam dalam sehari boleh makan apapun. Tanpa makan pagi setidaknya 3 jam setelah bangun tidur. “Jendela makan 8 jam, artinya Anda mulai makan jam 12 sampai jam 8 malam. (Sehari 3 kali makan) atau kalau Anda mulai jam 3 Anda bisa makan sampai jam 12 malam. Begitu seterusnya,” ujarnya. Kedengarannya jurus diet ini memang menyenangkan.

Deddy kini mengambil jendela makan yang lebih ekstrem: 24 jam. Jadi ia hanya makan sekali sehari, lalu stop sampai 24 jam berikutnya. Terdengar menyeramkan, tapi karena sudah biasa ia santai menjalaninya. Ia memilih makan malam hari. Misalnya, pada malam saat bertemu VIVAnews itu, menu Deddy adalah semangkuk sup daging sapi, seporsi nasi, ikan asam manis kurang lebih empat potong, sepuluh tusuk sate ayam lengkap dengan lontong, dan segelas air mineral.

Tapi apakah pola puasa 16, 18, 20, atau malah 24 jam aman untuk lambung? Deddy mengatakan tak masalah. Sebelum ia melakoni diet ini, ia punya maag akut. Tapi maag itu hilang begitu saja.

Deddy lalu mengutip temuan sebuah riset yang dilakukan Macdonald IA, Webber J pada tahun 1995. Bahwa 72 jam berpuasa, metabolisme tidak akan menurun, tapi justru meningkat. “Lewat dari 72 jam baru metabolisme menurun.”

Teori lain yang dianutnya adalah dari Hippocrates. Bapak kedokteran dari zaman Yunani kuno itu mengatakan puasa adalah juga obat alamiah bagi tubuh manusia. Itu sebabnya, memberikan makan orang sakit sama dengan memberi makan kepada penyakitnya. “Jadi kalau sakit kenapa dipaksa makan,” ujarnya.

Dengan diet ini Deddy mengaku berat badannya bisa turun empat kilogram dalam sepekan.

1.3. Extra

Mengimbangi dietnya, ia olahraga seminggu tiga kali. Angkat beban selama 20 menit. “Saya tidak pernah treadmill dan cardio”.

Terjawab mengapa tubuh bagian atasnya kini tampak kekar dan berotot. Lelaki yang identik dengan pakaian serba hitam ini juga membantah jika ototnya yang menyembul didapatkan dari steroid. Efek dari penggunaan steroid dikatakannya membuat tubuh menggemuk terlebih dulu, sebelum akhirnya kurus. Ini tidak terjadi padanya.

“Kalau saya pakai steroid, badan saya akan lebih besar dari ini”.

Apapun kata orang, sepertinya Deddy tak peduli. Ia cukup puas saat putranya memuji soal penampilan barunya ini. Di rumah dia memang senang bertelanjang dada. “Dia bilang, papa kaya The Rock di WWF Championship,” jelasnya sambil tersenyum. WWF Championship merupakan ajang gulat di Amerika, dan The Rock salah satu pemainnya (lihat Wawancara Deddy Corbuzier: "Kematian Terbesar Itu karena Obesitas").

Tak hanya putranya, rekan-rekannya di dunia hiburan pun ikut kagum. Sebut saja Ciko Jericho, Irgi Fahrezi, penyanyi cantik, Vicky Shu, Olla Ramlan, Sarah Sechan, dan Yuanita Christiani.

Yuanita baru satu bulan menjalankan OCD ini. Dia mengakui diet cara Deddy itu lebih praktis. Tidak perlu pusing memilih makanan dan menghitung  kalori yang masuk. Hanya ada masalah di awal diet."Waktu pertama kali puasa, waktu buka gue langsung rakus. Alhasil mual karena lambungnya kaget kali ya," ujarnya tertawa.

Sejak itu ia memperbaiki pola makan. Ia mulai dengan dua keping biskuit dan jus buah. Baru disusul makan besar satu jam kemudian. Hasilnya, berat badannya turun dua kilogram. Padahal sebelumnya ia sudah mengunjungi slimming center, akupuntur, dan mengonsumsi nasi merah.

1.4. Kontroversi

Disamping karena perannya sebagai artis dan pesulap, Deddy yang tiba-tiba terlihat langsing dan memiliki tubuh kekar dan berotot. Sambutan atas gaya diet Deddy ini memang terbilang luar biasa.

Lalu, apa kata pakar kesehatan soal jurus diet pesulap itu? Ahli strength and conditioning untuk atlet, dr. Phaidon L Toruan menyebut bahwa OCD hanya berorientasi membuat tubuh menjadi kurus, bukan pada kesehatan. Menurut Phaidon dengan menyebutkan boleh makan apapun, artinya dalam diet ini karbohidrat bisa didapat dari mana saja, termasuk dari lemak trans yang sudah terbukti tidak sehat. Sehingga jika metode diet ini diterapkan dan berhenti, kemungkinan besar berat badan akan kembali naik.

Bukan hanya soal itu, diet yang mengabsenkan sarapan ini juga memiliki efek buruk pada tubuh. Efek yang paling jelas adalah kerja otak yang menjadi tidak maksimal. Meskipun begitu dr Phaidon mengakui beberapa menu sarapan memang dapat memperlambat metabolisme, seperti yang pernah diungkapkan oleh Deddy.

"Kalau sarapannya dengan menu yang tidak sehat seperti nasi goreng. Memang benar. Tapi kalau sarapannya dengan menu sehat, seperti roti gandum atau buah itu efeknya bagus sekali untuk kerja otak jadi maksimal," ujarnya.

Soal kontroversi itu, reaksi Deddy datar saja. Ia sudah menjelaskan dalam e-book bahwa semua teori diet tidak ada yang salah atau benar. Masing-masing ada kelebihan dan kekurangannya.

Seperti metode OCD itu. Sebelum menyebarkan kepada publik, dia telah menjadikan dirinya sebagai kelinci percobaan, dan rupanya cocok. Tapi Deddy juga tak mau sembarangan. Di dalam e-book itu, misalnya, Deddy menganjurkan pengikut dietnya lebih dulu berkonsultasi ke dokter. Memastikan apakah diet itu cocok atau tidak.

Untuk soal ini Phaidon membenarkan. Dokter yang juga dikenal sebagai pakar gaya hidup sehat ini menyatakan diet jurus Deddy belum tentu bisa diterapkan pada orang lain.

Sebelum melakukannya, perlu ditilik gaya hidup Deddy. Ia sudah terbiasa menjalani olahraga berat. “Tidak sulit baginya untuk berolahraga ketika puasa. Deddy juga merokok, jelas lebih mudah menahan lapar dalam waktu lama,” ujar Phaidon.

Tapi Deddy tak ingin membahas argumen itu. Ia menyebut dirinya hanya ingin berbagi ilmu, dan rahasia diet. Untuk itulah dia sibuk bertandang dari satu kota ke kota lain buat memenuhi undangan seminar soal OCD.

Yang lebih menarik, dietnya juga memukau Menkokesra Agung Laksono. Deddy mengatakan dia baru saja dipanggil untuk mencanangkan gerakan Indonesia bebas obesitas.

Soal obesitas ini, Menteri Agung patut gusar. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010, menyebutkan ada 11,7 persen warga Indonesia mengalami obesitas. Artinya sama dengan 27,7 juta jiwa dari jumlah penduduk Indonesia.

“Saya dipanggil untuk menerangkan OCD, dan mencoba mendesain program tersebut,” ujar Deddy.  Meski itu baru rencana,  Deddy tetap bangga. Ia berharap seruan dietnya bisa membantu gerakan itu. Setidaknya, ia dicanangkan di lingkungan Kementerian Kesra. “Penyebab kematian terbesar itu obesitas,” ujarnya.

Fakta lain yang membuat dia risau: risiko kematian dari penderita obesitas kini bahkan telah melampui korban narkoba.

2. Seperti dikutip dari liputan6.com:

Meskipun di awal kemunculan Obsessive Corbuzier's Diet (OCD) milik mentalis Deddy Corbuzier banyak menuai kontra, pada akhirnya banyak pelaku diet yang mengaku berhasil menjalani pola diet ini, dan mampu mengurangi berat badannya dengan sangat cepat.

Saat melakukan diet dengan metode 'puasa berselang', seperti Obsessive Corbuzier's Diet (OCD) dan Intermittent Fasting (IF), pelaku diet dibebaskan untuk mengonsumsi apa saja yang diinginkan ketika waktu berbuka tiba. Alangkah baiknya, ketika berbuka tidak makan sembarangan, dan memperhatikan jumlah nutrisinya.

Sistem jendela makan adalah metode mengistirahatkan perut dengan cara puasa, sehari delapan atau enam jam atau tergantung pada jenis pemrograman jendela makan apa yang Anda pilih.

Jika puasa identik dengan tidak makan dan minum, berbeda dengan OCD. Bagi pelaku diet jenis satu ini, para pelaku memang tidak disarankan untuk makan di jam yang mengharuskan pelakunya berpuasa, bukan berarti tidak boleh minum. Minum boleh saja, asal tidak berkalori.

Pada saat berpuasa, Anda dibebaskan untuk minum apa saja. Tapi sekali lagi, yang tidak berkalori. Contohnya, air mineral, teh tanpa gula, dan kopi pahit. Ingat, kalau hendak mengonsumsi kopi, ada baiknya jangan yang berasal dari kopi kemasan, melainkan meraciknya sendiri.

Jendela makan pada IF dan OCD, puasa dengan membatasi waktu makan dengan makan apa saja tanpa memikirkan kalori.

Lantas, kapan waktu yang tepat untuk melakukan jendela makan ini.

Berikut jadwal yang tepat untuk melakukan jendela makan yang sederhana dan mudah.

* Berpuasa selama 16 jam dan makan hanya 8 jam

Ini artinya, apabila di hari pertama Anda memulai untuk melakukan IF/OCD pada pukul 1 siang, itu berarti Anda hanya diperbolehkan untuk makan sampai jam menunjukkan pukul 9 malam.

Lewat dari jam itu, menandakan saatnya Anda untuk berpuasa selama 16 jam. Ingat, bukan berarti Anda tidak boleh minum. Minumlah, tapi juga harus dikontrol.

Bagi pemula, ada baiknya untuk memulai dengan jendela makan yang satu ini. Ada baiknya, lakukanlah sampai Anda benar-benar dapat memahami kondisi tubuh sendiri.

* Berpuasa selama 18 jam dan makan hanya 6 jam

Sederhanya, Anda hanya mengurangi jadwal puasa Anda, yang tadinya sampai pukul 9 malam, dengan jendela makan yang ini Anda hanya boleh makan hingga pukul 7 malam, apabila Anda memulainya pada pukul 1 siang.

Setelah Anda berhasil melewati puasa yang pertama, silahkan untuk melakukan dengan jendela makan nomor 2 ini. Sama seperti di atas, lakukanlah sampai Anda benar-benar dapat memahami kondisi tubuh.

* Berpuasa Selama 20 jam dan makan hanya 4 jam

Ini juga seperti peraturan nomor 1 dan nomor 2. Bila Anda mulai 'breakfast' pada pukul 1 siang, berarti hanya boleh makan sampai pukul 5 sore.

Untuk memulai yang satu ini, disarankan untuk melakukannya secara perlahan. Apabila badan masih kaget, silahkan kombinasi semuanya.

* Puasa 24 jam

Terdengar menakutkan memang. Artinya, Anda hanya makan sekali dalam sehari. Jam berapa saja, makan apa saja, dan sebanyak apa saja. Ingat, bukan berarti Anda harus rakus.

Cara melakukannya, contoh, Anda mulai makan di hari Selasa pukul 1 siang dengan menu yang cukup mengenyangkan, dan Anda boleh makan lagi di hari Rabu di jam yang sama, yaitu pukul 1.

Sebelum Anda memutuskan untuk memulai diet satu ini, ingatlah pesan yang disampaikan langsung oleh Deddy Corbuzier, yang sering dilupakan oleh para pelakunya.

"Semua teori diet tidak ada yang salah atau benar, mereka menggunakan caranya sendiri dengan kebaikkan atau kekurangannya masing-masing. Teori OCD adalah teori yang saya praktikkan, dan terapkan untuk diri saya sendiri, sebelum saya sebarkan untuk masyarakat dan sangat cocok utuk saya," tulis Deddy.

"Tidak ada satupun teori diet yang menjamin penggunanya mendapatkan hasil yang maksimal, karena semua tergantung dari pemahaman dan kerja keras, serta kesungguhan pelaku dalam melawan genetika pelaku," lanjutnya.

Bila ingin mengonsumsi karbohidrat, pakar nutrisi dan diet dari Universitas of Sidney, Leona Victoria Djajadi MnD mengatakan, minimal yang dikonsumsi antara 50 sampai 60 gram. Dengan catatan, jika mengikuti low carbohidrat atau high protein diet. Atau, 5-6 gram per kilogram berat badan.

"Karbohidratnya juga pilih-pilih, jangan sembarangan. Pilihlah yang berkualitas, seperti wholegrain, roti gandum, buah-buahan, kacang-kacangan dan polong-polongan," terang Leona Jumat (30/8/2013).

Untung kacang-kacangannya, pilihlah juga jenis kacang-kacangan yang baik untuk tubuh, seperti kacang merah, lentil, chickpeas, dan soya.

Karena kultur masyarakat Indonesia adalah pemakan berat nasi, Leona menganjurkan, untuk menambahkan pipilan jagung, kacang polong, dan wortel rebus ke dalam nasinya sewaktu nasinya matang. "Jadi, nasinya lebih berisi dan bernutrisi," tambah dia.

Pun dengan protein yang akan dikonsumsi. Ada baiknya untuk memasukkan protein 1-2 gram per kilogram berat badan. Mulai dari ayam, daging, ikan, telur dan produk susu.

"Jangan lupa, pilihlah yang low fat varieties, sisihkan lemak yang menempel, dan buang kulit ayamnya," ujar Leona.

Yang terakhir, dan amat penting adalah serat. Buah-buahan dan sayur-sayuran jangan pernah lupa untuk dikonsumsi. Ini penting, supaya saluran pencernaan tetap sehat, dan pada saat buang air besar jadi lancar.

"Untuk yang kesulitan makan banyak dalam waktu singkat, mungkin boleh membuat seperti smoothie (campuran susu/yoghurt low fat) ditambah buah, atau jus sayur dicampur buah," tutup dia.

Dengan memperhatikan beberapa hal seperti ini, Anda pun akan cepat mencapai berat badan yang ideal, dan sudah tentu sehat. Selamat mencoba.

Tampaknya, banyak pelaku diet yang banting setir melakukan diet ala Deddy Corbuzier, Obsessive Corbuzier's Diet (OCD). Sayangnya, sampai hari ini belum ada sebuah studi yang mengatakan, apakah OCD baik atau buruk?

Tapi, ada cara sederhana yang dapat dilakukan, untuk melihat apakah OCD ini benar-benar aman dan cocok dilakukan oleh para pelaku diet.
Berikut 4 cara sederhana untuk melihat apakah suatu program diet baik dan aman untuk tubuh, termasuk OCD, yang diberi nama 4D oleh pengurus Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia, dr. Michael Triangto, SpKO, kepada tim Liputan6.com, yang ditulis Senin (26/8/2013):

* Dapat dilihat hasilnya
Michael menuturkan, diet OCD yang ditemukan oleh Deddy Corbuzier belum bisa dikatakan baik atau buruk untuk tubuh si pelakunya. Akan tetapi, bila hasil dari diet OCD ini dapat dilihat, maka diet tersebut baik untuk si pelakunya. Contohnya saja, seperti berat badan yang turun dan bentuk tubuh yang berubah.
"Deddy mengatakan ini baik, karena dia sendiri sudah dapat melihat hasil yang dilakukan sendiri olehnya. Makanya itu, dia mengatakan OCD sangatlah baik untuk dilakukan," kata Michael.
Tapi, ini saja tidak cukup. Harus dilihat yang lainnya juga.

* Dapat dirasakan perbedaannya
Dapat dirasakan perbedaan yang seperti apa? Bila sebelumnya sangat susah untuk membuat celana yang digunakan longgar, tetapi ketika melakukan OCD celana yang kenakan longgar, berarti OCD patut untuk dilakukan.
Kalau hanya membuat celana longgar dan tidak sesak, serta nyaman digunakan, Michael mengatakan, tidak perlu orang susah-susah untuk diet ketat.
Menurut dia, dengan orang melakukan operasi dan membuang lemaknya saja, untuk membuat celana longgar dapat dicapai.

* Dapat dinikmati prosesnya
Apa pun jenis dietnya, si pelaku harus dapat menikmati proses yang dilalui olehnya. Jika pelaku OCD dapat menikmati prosesnya, berarti memang diet ini baik untuk dijalankan. Bila merasa selama melakukan diet ini merasa tidak nikmat, stres, dan panikan, ada baiknya untuk menghentikannya.
Berarti, diet OCD ini tidak cocok untuk Anda. Bila tak ada masalah, silahkan untuk melanjutinya.

* Dapat diulangi lagi
Seseorang yang melakukan diet, dan berhasil mencapai berat badan yang diinginkannya, biasanya suka mencoba berbuat curang dan meninggalkan sejenak pola diet yang dilakukannya. Akibatnya, tak jarang berat badan akan naik lagi.
Bila dia adalah penganut diet dengan pola OCD, dan merasakan proses yang menyenangkan, maka dengan senang hati orang tersebut kembali diet dengan pola yang satu ini.
Tapi, apabila dia merasa terbebani dengan diet ini, berarti diet ini tidak baik cocok untuk si pelakunya tersebut.


Seperti apa pengalaman pelaku OCD yang berhasil turunkan berat badan, berikut kisahnya:

2.1. Ivan Alfian (19 tahun) turun 12 Kg dalam sebulan

Seperti yang diutarakan salah seorang pelakunya, Ivan Alfiann, 19 tahun, mahasiswa semester 3 Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Cikokol, Tangerang.

Ivan mengaku, berat badan sebelum mengikuti OCD adalah 100 kilogram. Setelah 3 minggu mencoba pola diet OCD, Ivan berhasil menurunkan berat badan sebesar 12 kilogram.

"Awal mengikutinya tanggal 9 September kemarin, sampai hari ini terhitung sudah 12 kilogram turunnya. Sekarang berat badan saya, sudah 88 kilogram," kata Ivan (30/09/13).

Jendela makan yang dipilih ketika menjalani OCD adalah 4 jam dan 24 jam. Di minggu pertama, Ivan konsisten dengan jendela makan 4 jam. Baru, di minggu kedua Ivan coba memasukkan jendela makan 24 jam di setiap minggunya, selama 2 hari berturut-turut.

"Yang 4 jam sebenarnya kalau konsisten juga turun. Tapi, akan lebih optimal kalau ada yang 24 jam," tambah dia.

Agar lebih maksimal lagi, Ivan tidak lupa untuk melakukan olahraga yang dianjurkan oleh Deddy Corbuzier di dalam buku elektroniknya, yaitu O7W (OCD 7 minutes work out). Olahraga ini hanya perlu dilakukan selama 7 menit, dan dilakukan di pagi hari atau di saat puasa sebelum ada makanan yang masuk.

Ada 12 gerakan dalam O7W yang semuanya cukup dilakukan masing-masing 30 detik saja, seperti jumping jacks, posisi duduk menahan tubuh di tembok, push up, crunch, naik turun kursi, squat, trisep, planking, lari di tempat, lunge, push up, dan slide planking.

Berhubung mulanya Ivan memiliki badan yang cukup besar, ia pun memilih untuk menghindari push up dan sit up, dan memilih senam biasa, serta naik turun tangga.

"Soalnya kata Mas Deddy, kalau masih buncit enggak perlu push up dan sit up. Latihan ini perlu, untuk ngencengin tubuh, biar tidak kendor," jelasnya.

Efek positif pun banyak dirasakan Ivan, mulai dari badan yang mulai mengecil, sampai tidak gampang ngantuk di pagi hari.

"Benar kata Mas Deddy, kalau OCD dan tidak sarapan pagi, pasti enggak bikin cepat ngantuk. Itu terbukti. Saya semenjak OCD, jadi tidak gampang ngantuk. Untuk ukuran baju, sudah jelas berubah. Dulu XL, sekarang harus ganti L," katanya.

Kini, Ivan masih melanjutkan OCD-nya, dan ingin meraih berat badan ideal yang ia cita-citakan, yaitu 75 kilogram. Dan berharap, ia dapat menularkan efek baik ini kepada kakaknya yang juga berbadan besar.

2.2. Eirene Lestari (21 Tahun) turun 3,5 kg dalam 3 minggu

Kisah lain datang dari Eirene Lestari, 21 tahun, mahasiswi semester 7 Ilmu Pariwisata, Universitas Udayana, Bali.

Eirene mengatakan, dirinya baru saja 3 minggu ini mengikuti OCD. Tapi hasilnya, ia mampu menurunkan berat badannya sebanyak 3,5 kilogram. 50 kilogram adalah berat badan pertama Eirene sebelum ia mengikuti OCD, setelah 3 minggu berlalu berat badannya kini 46,5 kilogram.

Dia menceritakan, awal mula mengikuti OCD karena sering membaca testimoni dari para pelaku diet ini yang sudah berhasil menurunkan berat badan di jejaring sosial Twitter. Sejak saat itu, tanpa pikir panjang Eirene memutuskan untuk ber-OCD.

Jendela makan yang dipilih olehnya beragam. Terkadang 8 jam, 6 jam, dan seminggu 2 kali mengambil jendela makan 24 jam.

"Saya enggak lemas, walaupun saya punya maag akut. Selama OCD, sumpah deh, enggak berpengaruh sama sekali. Jangan takut maag kambuh," terangnya.

Selain itu, Eirene mengaku kalau kini ia lebih fresh, dan insomnia sudah hilang. Dulu, ia susah sekali tidur di bawah jam 2 pagi, tapi kini jam 10 atau jam 11 malam, ia sudah mengantuk, dan tidurnya pulas.

"OCD bikin saya lebih fresh. Dulu susah tidur, sekarang sudah enggak. Saya takjub sama OCD. Percaya enggak percaya, tapi ini kenyataannya," pungkasnya.

2.3. Brigadir Yudha (28 Tahun), turun 10 Kg dalam 40 hari

Senada dengan dua lainnya, Brigadir Yudha dari Polrestabes Semarang ikut merasakan dampak positif dari OCD ini.

19 Agustus 2013, sewaktu ia mengikuti OCD untuk pertama kalinya, berat badannya adalah 100 kilogram. Sampai hari, terhitung sudah 40 hari ia menjalani OCD, dan berhasil menurunkan berat badannya sebanyak 10 kilogram.

Dua hari pertama mengikuti OCD, ia memilih jendela makan 6 jam. Baru di dua hari berikutnya, ia memilih jendela makan 4 jam. Merasa usahanya kurang optimal, tanpa pikir panjang ia memilih untuk melakukan jendela makan 24 jam, setiap harinya.

"Jadi, saya makannya cuma jam 12 siang. Habis itu, puasa lagi. Enaknya, saya bisa makan nasi padang, ayam goreng, dan semuanya adalah kesukaan saya," katanya saat diwawancarai tim Health Liputan6.com .

Yudha juga menceritakan, semenjak OCD ketika bangun pagi tidak lagi males, beda dengan dulu. "Dulu saya itu bangun pagi bawaannya malas. Semenjak OCD, bangun jam 4.30 pagi, segar dan bawannya pun tidak malas," tambah dia.

OCD ini, lanjut Yudha, selain bagus untuk kesehatan, untuk perut, bagus juga buat dompet. Dulu, sang istri suka mengeluh melihat kelakukan suaminya yang selalu pulang dengan membawa gula, dan cemilan. Sekarang, gula dan cemilan itu sudah tidak ada lagi.

"Sekarang enak, lebih banyak mensave uang yang tidak perlu," tambah dia.

Sambil berseloroh ia mengatakan, bahwa OCD yang diklaim gratis sebenarnya tidaklah gratis sama sekali. Pasalnya, setiap minggu ia harus mengeluarkan uang buat sesuatu yang dilakukannya karena OCD.

"Ha ha ha ... Sekarang saya tiap minggu harus jahit baju dan celana. Tiap minggu harus ngecilin pakaian lagi. Tukang jahit saya sampai nanya, apa yang sebenarnya terjadi, kok saya sampai mengecilkan pakaian terus menerus. Jadi, OCD itu tidak gratis, OCD itu bayar. Tapi, bayar untuk sesuatu yang baik bagi kita," canda dia.

Selain berpuasa, Yudha pun rutin melakukan olahraga yang dianjurkan ketika melakukan OCD, yaitu O7W dan ditambah dengan angkat beban.

Sekarang, ia akan mengajak teman-temannya untuk mengikuti OCD ini. "Saya kan, sudah berhasil menjalani OCD, dan sudah terlihat buktinya. Saya juga mau teman-teman saya melakukan ini," lanjutnya.

Untuk urusan ranjang, Yudha mengatakan OCD ikut berperan penting. Pasalnya, semenjak diet OCD, dia kini lebih mampu memuaskan sang istri, karena mampu 'bermain' dengan durasi cukup lama.

"Kehidupan jasmani sehati, seksual pun sehat. Semua berkat OCD. Pokoknya, kalau ada yang bilang OCD itu negatif, enggak benar. Semua hasilnya baik kok," tutup dia.

Hampir sama dengan pernyataan Deddy Corbuzier yang menerapkan diet OCD dengan tidak menyarankan sarapan, para peneliti di Cornell University, AS juga berpendapat bahwa sarapan bisa jadi hal buruk bagi Anda. Kok bisa?

2.4. Astrid Tiar (selebritis)

"Kalau gendut itu jadi sesak napas, membuat malas sehingga tidak produktif. Gendut itu kayanya keliru yah, setidaknya menjaga gaya hidup sehat kasihan badannya berisiko penyakit nantinya. Saya harus sarapan, karena aktivitas siang itu butuh energi dan supaya mudah berkonsentrasi juga," tutur Pemilik nama Astrid Tiar Josephine Panjaitan.

Astrid tidak setuju dengan diet yang menghilangkan jadwal sarapan. "Diet gak apa-apa tetapi jangan yang tidak sarapan juga. Sarapan itu kan untuk konsentrasi, tubuh kita juga butuh asupan gizi untuk aktivitas siangnya," ungkap ibu dari satu anak ini.

Menurutnya dengan melupakan sarapan akan berakibat tidak baik untuk jangka panjang. "Jangan karena sekarang lagi tren aja tidak sarapan terus ikutan. Kalau salah tanpa pengawasan dokter takutnya bisa berakibat negatif nantinya. Jangan mikir untuk sekarang saja, tetapi ajngka panjangnya juga dipikirkan, mungkin yang bisa oke gak masalah tapi kan tiap orang itu beda" jelas Astrid, Senin (30/9/2013).

Istri dari Gerhard Reinaldi Situmorang ini membiasakan sarapan pada pukul 9 pagi, dan makan siang pada pukul 1 atau 2 dengan pilihan menu makan sehat. Dengan sarapan, tubuhnya justru tetap langsing karena di siang dan malam hari konsumsi makanan tetap terukur.

"Jadi pas bangun jangan langsung sarapan dulu, minum air putih, biasanya jam 9 saya sarapan gandum entah roti atau biskuit. Nah makan siangnya jam 1 atau 2, yang penting lewat dari jam 12 menunya dengan gizi yang seimbang," ujar penyuka sayur bayam ini.

3. Seperti dikutip dari Refinery:

Menurut peneliti, menunda makan sampai siang benar-benar bisa membantu Anda menurunkan berat badan. Peneliti ini percaya bahwa sekalipun Anda makan banyak di siang hari, pada akhirnya Anda akan makan lebih sedikit kalori selama satu hari.

Studi ini menemukan bahwa kelompok yang tidak sarapan, makan rata-rata 400 kalori lebih sedikit sehari, dan ini cukup untuk menurunkan sekitar satu kilogram lebih dalam dua minggu.

Dalam penelitian yang dilansir tanggal 29, Kamis (12/10/2013) peneliti menilai, dengan tidak sarapan Anda bisa membakar lebih banyak lemak.

Namun, peneliti ini menyebutkan bahwa tidak ada salahnya juga sarapan selama kita membuat pilihan yang sehat. Tidak sarapan juga bukan alasan untuk menikmati makanan cepat saji di siang hari.

4. Seperti dikutip dari Charles Poliquin:

Jika di luar negeri masyarakatnya tengah asyik melakukan Intemittent Fasting (IF) atau puasa berselang, di Indonesia, sebagian masyarakatnya tengah menggandrungi diet baru yang gencar dikerjakan mentalist ternama Deddy Corbuzier, Obsessive Corbuzier's Diet (OCD). Dua metode ini mirip. Bila Anda ingin mencoba IF, ketahui dulu positif dan negatifnya.

Anda yang tertarik melakukan diet IF, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan, terutama para wanita:

Pada Sabtu (24/8/2013), ada beberapa dampak negatif untuk para wanita, yang disebabkan akibat melakukan diet IF:

4.1. Obsesi atas makanan
Seperti yang diketahui, IF menggunakan program jendela makan untuk lebih mengontrol makanan yang masuk ke dalam tubuh.
Bila belum waktunya untuk 'berbuka', maka pelaku dilarang untuk makan, hanya boleh minum dengan catatan tidak berkalori.
Tahukah Anda, karena efek seperti ini cenderung membuat wanita terserang rasa panik, dan cemas. Kebanyakan wanita akan terus memantau jam, dengan harapan dapat makan apa yang diinginkannya. Karena jika terlambat, bisa saja waktunya tersebut masuk kembali wanita tersebut diharuskan untuk berpuasa.

4.2. Sulit tidur (insomnia)
Insomnia ini memang sering menimpa kaum wanita, karena membangkitkan aktivitasi pada neuron hypocretin yang terjaga.

4.3. Menstruasi yang tidak teratur
Dalam situs itu disebutkan, IF dapat menjadi malapetaka bagi kebanyakan wanita dalam berbagai bentuk terutama dalam hal hormonal. Terjadinya jerawat, gangguan metabolik, obsesi atas citra tubuh, dan ketidakteraturan menstruasi.

4.4. Mematikan ovarium
Seiring waktu berjalan, IF ternyata dapat mematikan ovarium pada wanita, dan membuatnya tetap sadar di malam hari, yang mungkin ini merupakan respons penyesuaian, sehingga membuat wanita tersebut lebih mungkin untuk berburu makanan, agar membuatnya tetap hidup.
Bisa jadi gejala ini berbeda antara satu orang dengan yang lain. Jadi, ada baiknya sebelum kamu memutuskan untuk melakukan diet yang serupa dengan metode IF, ada baiknya untuk melihat dampak negatif yang akan diterima. Bagaimana dengan OCD? Kita belum tahu.
Posting Komentar