Jumat, 14 Juni 2013

Minyak Zaitun dan Kacang - Kacangan Dapat Mengurangi Resiko Kanker Prostat

Kacang-kacangan.


Terkadang mengubah pola makan yang rumit dengan melakukan perubahan kecil bisa melahirkan manfaat kesehatan yang signifikan. Karenanya, jangan ragu mengubah pola makan Anda demi kesehatan jangka panjang.

Hal ini seperti yang diungkapkan pada studi di JAMA Internal Medicine yang menghubungkan minyak zaitun dan kacang-kacangan untuk meningkatkan kelangsungan hidup dari pasien kanker prostat.

Dalam penelitian, para peneliti memelajari asupan lemak dari 4.500 pria yang telah didiagnosis dengan kanker prostat non-metastatik (kanker yang masih terbatas pada kelenjar prostat dan belum menyebar ke tempat lain di dalam tubuh). Ternyata pria yang menggantikan 10 persen total kalori hariannya dari karbohidrat ( seperti nasi dan roti) dengan lemak nabati (minyak zaitun dan minyak nabati) setelah didiagnosis kanker, memiliki risiko 29% lebih rendah terkena kanker prostat.

Selain itu, mereka yang mengganti 10% kalorinya dari karbohidrat dengan lemak nabati tersebut, memiliki 26 % penurunan risiko kematian rata-rata selama 8 tahun dari masa tindak lanjut. Bahkan dengan menambahkan beberapa ons kacang sehari untuk diet mereka dikaitkan dengan 18% risiko lebih rendah terkena kanker metastatik.

“Mengonsumsi minyak zaitun dan kacang-kacangan meningkatkan antioksidan plasma dan mengurangi insulin dan penanda inflamasi. Hal ini bisa menjadi signifikan, karena tingginya tingkat insulin, kerusakan sel dan inflamasi semua bisa memainkan peran dalam perkembangan kanker,” ujar penulis studi dari University of California, San Fransisco.

Selain itu, temuan dari penelitian tersebut telah mengarah kepada bukti beberapa manfaat kesehatan lainnya. Dengan mengurangi konsumsi karbohidrat olahan dan mengganti makanan tinggi lemak jenuh dengan sumber lemak nabati, termasuk minyak nabati, kacang-kacangan dan alpukat juga dapat mengurangi risiko penyakit jantung.


“Kami telah melihat beberapa yang paling meyakinkan bahwa mengikuti diet kaya akan ikan, sayuran, kacang-kacangan dan buah-buahan secara signifikan dapat mengurangi risiko kejadian kardiovaskular, seperti stroke,” tulis Johns Hopkins University sebagaimana dikutip Npr.
Posting Komentar