Kamis, 11 Juli 2013

Kenali Gejala Cacingan pada Bayi

Bayi yang sehat.

Biasanya, cacingan terjadi pada orang dewasa. Namun tidak jarang, cacingan pun menyerang bayi berusia 0 bulan-1 tahun.

Mengenali gejala cacingan pada bayi mungkin tidaklah mudah. Namun, Anda dapat menandainya dengan beberapa gejala yang ditimbulkan. dr. Edy Jo, Sp.A(K) menerangkan ada berbagai tanda dan gejala yang terjadi pada bayi yang mengalami cacingan dan itu hampir sama dengan anak-anak dan orang dewasa, seperti dikutip dari Tabloid Mom & Kiddie.


-Bayi akan tampak lesu, lemah, lemas dan terlihat pucat atau mengalami anemia. Hal tersebut disebabkan cacing pada bayi yang bersifat parasit mengisap darah yang ada pada pembuluh darah bayi. Cacing yang mengisap darah tersebut adalah cacing tambang dan cacing cambuk.

-Ciri bayi cacingan yang sangat khas adalah berbadan kurus dan terlihat seperti bayi kurang gizi. Hal itu disebabkan adanya cacing ascaris yang menyerap nutrisi makanan. Ciri ini pun bisa dilihat dari grafik KMS (Kartu menuju Sehat) bayi yang kurang bagus atau didapatkan kekurangan gizi.

-Bayi rewel dan terlihat tidak nyaman. Kemungkinan besar penyebab ketidaknyamanan bayi terdapat pada duburnya atau terasa gatal namun tidak bisa menggaruknya. Dubur yang gatal bisa dijadikan salah satu gejala cacingan.

-Batuk berkepanjangan. Hal ini harus diwaspadai, karena dapat terjadi apabila cacing pada bayi telah menginfeksi paru-paru bayi, sehingga mengganggu sistem pernapasan bayi.

-Gangguan pada lambung dan saluran cerna, seperti diare dan susah buang air besar. Hal tersebut terjadi karena cacing pada bayi telah mengganggu metabolisme pencernaan bayi. (ind) (Mom & Kiddie/)
Bayi Alami Cacingan, Jangan Sembarangan Beri Obat
Ancaman cacingan juga menghantui bayi. Karenanya, menjaga kebersihan bayi dan orangtua penting dilakukan.

Cacingan pada bayi bisa mengakibatkan berbagai dampak negatif. Lakukan tindakan preventif sejak dini agar cacingan bisa diatasi dengan tepat. Berikut paparannya, seperti dikutip dari Tabloid Mom & Kiddie.

Bisa Akibatkan Kebodohan

Meskipun jarang terjadi, bukan berarti orangtua bisa mengabaikan cacingan pada bayi, karena akibat atau efek yang terjadi akibat cacingan sangatlah luas.

Anak yang cacingan menjadi kurang gizi karena nutrisi makanannya diserap oleh cacing, sehingga bayi tersebut kehilangan kesempatan untuk memberikan nutrisi di tubuhnya pada usia golden periode-nya. Dampak efek jangka panjangnya, anak tersebut nantinya akan mengalami kebodohan.

Selain itu, cacingan yang diakibatkan oleh cacing tambang yang mengisap darah bisa menyebabkan bayi menjadi kekurangan darah atau anemia. Bayi atau anak seperti itu akan mengalami kekurangan darah.

Pada usia pertumbuhan bukan hanya nutrisi saja yang dibutuhkan, tetapi juga membutuhkan oksigen, dimana darah membawa oksigen untuk membantu perkembangan otak.

Jika bayi yang cacingan mengalami kekurangan darah, maka akan terjadi gangguan oksigenisasi dan gangguan pengiriman nutrisi ke jaringan tubuh, sehingga nantinya kemampuan otak anak menjadi jelek dan anak bisa mengalami kebodohan.

Cek Feses Bayi

Pencegahan cacingan pada anak-anak bisa dilakukan dengan memberikan obat cacing 6 bulan sekali. Namun pencegahan itu hanya disarankan untuk anak usia dua tahun ke atas, sedangkan pada anak di bawah dua tahun dan bayi 0-12 bulan tidaklah disarankan.

Pemberian obat pun haruslah dengan resep dokter, karena bayi masih rentan. Selain itu, pemberian obat cacing pada bayi juga harus ada bukti secara laboratorium jika memang bayi tersebut mengalami cacingan.

Hal yang bisa dilakukan orangtua untuk mengetahui apakah bayinya cacingan atau tidak adalah dengan mengecek feses bayi tersebut. Biasanya pemeriksaan feses disarankan jika memang didapatkan adanya indikasi bayi cacingan, yaitu bayi tersebut mengalami buang air besar, diare yang tidak kunjung sembuh atau pada bayi-bayi yang mengalami gagal tumbuh dengan berat badan yang tidak kunjung bertambah. 

Feses yang diperiksa adalah feses yang baru dikeluarkan atau yang dikeluarkan paling lama satu jam sebelum pemeriksaan laboratorium. Hal itu agar lebih cepat dideteksi adanya cacing atau larva cacing yang hidup.

Bukan Sembarang Obat

Mengingat bayi masih sangat rentan pada apa pun, maka orangtua tidak bisa sembarangan memberikan obat cacing pada bayi. Obat cacing pada bayi haruslah dengan resep dokter.

Ada dua jenis obat cacing yang efektif untuk mengatasi sebagian besar cacingan dan bisa diberikan pada bayi, yaitu obat pirental pamoat dengan dosis 10 mg/kg berat badan bayi dan obat yang lebih kuat yaitu albendazole atau mobendazole dengan dosis 10 mg/kg berat badan bayi yang diberikan dalam dosis tunggal atau sekali pemberian.

Cegah Cacingan

Pencegahan cacingan pada bayi sebenarnya bergantung pada orangtua dan orang-orang di sekitar bayi tersebut. Bukan hanya bayinya saja yang harus dijaga kebersihannya, melainkan orangtua dan orang lain di sekitarnya pun harus menjaga kebersihan, karena bayi dapat terkontaminasi dari orang di sekitarnya.

Selain kebersihan, pencegahan pada bayi bisa dilakukan dengan memakaikan bayi alas kaki dan menggunting kukunya secara rutin.

Sedangkan pada orangtua atau orang lain di sekitar bayi, agar bayi tidak terkontaminasi dengan kotoran atau tanah, maka harus lebih ekstra dalam menjaga kebersihan dirinya.


Misalnya, membersihkan tubuh atau mencuci tangan sebelum memegang bayi. Bagi Ibu yang akan memberikan ASI pada bayi, pastikan kebersihan payudara dan tangannya terjaga. Selalu mencuci tangan hingga bersih setelah buang air kecil atau besar, rajin menggunting kuku, tidak membuang kotoran manusia dan hewan sembarangan, mencuci tangan setelah berkebun atau bercocok tanam dan setelah memegang hewan atau dari peternakan, hindari memakan makanan yang mentah atau setengah matang. Apalagi jika di daerah yang sanitasinya tidak baik, cucilah sayuran yang akan diolah dengan air bersih dan mengalir dan minumlah obat cacing setiap 6 bulan sekali untuk mencegah cacingan.
Posting Komentar