Minggu, 07 Juli 2013

10 Teknologi yang Dapat Mengubah Dunia di Masa Depan

Teknologi di masa depan.

Perlahan tapi pasti, perkembangan teknologi dapat mengubah dunia, apapun jenisnya, bisa membantu manusia menghadapi persoalan di masa mendatang.

Teknologi baru yang dapat menggantikan bahan bakar fosil, mengubah rumah menjadi pembangkit tenaga listrik, teknologi yang bisa menyelamatkan ribuan nyawa sampai kemungkinan menciptakan bentuk kehidupan baru.

Bukan hanya sekadar inovasi, peneliti ke depan diharapkan menelurkan ide-ide brilian yang lebih ambisius.


Jika sebelumnya Marcus Fairs, pemimpin redaksi majalah desain yang cukup berpengaruh, Dezeen, menggambarkan beberapa wajah teknologi di masa depan, kini ada beberapa jenis teknologi yang bisa mengubah dunia secara menyeluruh.

Dilansir Techradar, berikut jenis teknologi yang diprediksi akan mengubah dunia di masa mendatang:

1. Ponsel

Di sebagian besar negara berkembang, peran ponsel lebih penting ketimbang PC. Ponsel bisa multifungsi. Selain fungsi komunikasi dasar, ponsel digunakan untuk perbankan, memprediksi cuaca, dan lainnya.

Di Afrika, data menara ponsel kerap digunakan untuk memetakan pergerakan masyarakat, termasuk memetakan jejak penyakit seperti malaria sampai mengidentifikasi pola penularan.

Data lokasi ponsel juga memungkinkan digunakan dalam penanganan bencana alam, meningkatkan transportasi publik, atau menambah keuntungan para retailer saat berbelanja barang.

2. Pencitraan Digital

Teknologi pencitraan semakin canggih. Kualitasnya semakin meningkat. Teknologi itu diramalkan akan memungkinkan manusia bisa melihat dunia baik dari dalam maupun dari luar Bumi. Apa maksudnya?

DARPA (Badan proyek riset pertahanan canggih AS) belum lama ini memamerkan pesawat mata-mata atau drone pengawas dengan pencitraan 1,8 Gigapixel. Resolusi itu bisa mengawasi area 25 km persegi dalam satu waktu.

Teknologi pencitraan di dunia medis pun tidak kalah berkembang, yang memungkinkan para dokter melihat bagian dalam tubuh pasien dengan tingkat detail yang jauh lebih tinggi dan belum pernah ada sebelumnya.

Salah satu bukti kemajuan pencitraan ini yaitu pengambilan gambar panorama kota London dari menara BT dengan resolusi 320 gigapixel. Gambar panorama itu terdiri dari 48.640 frame. Konon, jika gambar itu dicetak pada resolusi fotografi normal, akan menjadi sepanjang dan seluas istana Buckingham Palace. Resolusi itu setara lebih luas 60 ribu kali rata-rata foto yang dihasilkan iPhone 5. Fantastis.

3. Serat Optik

Teknologi ini sebenarnya sudah hadir sejak abad 19, tapi baru dapat optimal pada 1970-an. Nah, saat serat broadband akhirnya sampai ke rumah-rumah, itu merevolusi cara orang menggunakan Internet. Sangat menyenangkan bila nantinya serat optik telah menjangkau seluruh wilayah belahan dunia.

4. Tubuh Palsu yang Dikendalikan Pikiran

Proyek ini digarap DARPA dengan nama Targeted Muscle Re-innervation atau TMR. Inovasi ini membuat kaki palsu yang dikendalikan otak, yang responsnya hampir sama dengan kaki asli atau normal. Tubuh palsu itu juga dapat menyingkirkan sebuah benda atau mengambil objek tanpa harus melihatnya.

Proyek tubuh palsu juga memungkinkan untuk membuat mata elektronik sampai seluruh bagian tengkorak palsu. Inovasi itu akan mendekatkan masa depan sibernetika. (Lihat juga Cyborg, Serdadu Robot Masa Depan?)

5. Print atau Percetakan 3D

Saat ini, sudah muncul senjata dan obat-obatan tiga dimensi atau 3D, namun dampak percetakan 3D itu masih belum terlalu sensasional dan cenderung kurang berguna.

Padahal, percetakan itu merevolusi manufaktur dengan memotong biaya penelitian dan pengembangan cukup besar dan signifikan. Dalam jangka panjang, pengguna tak usah repot memesan baju atau makanan, cukup mencetaknya di rumah. Kapan saja.

6. Sensor Cerdas dan Mungil

Perusahaan riset ON World memperhitungkan, pada tahun 2017 nanti, perusahaan akan mengapalkan 515 juta sensor untuk berbagai perangkat di antaranya perangkat yang dapat dipakai (wearable), perangkat implan, kesehatan, fitnes sampai perangkat khusus untuk di puncak gunung.

Sensor pada perangkat itu kemungkinan hadir dengan jaringan kecil. Bahkan, diprediksi sensor perangkat itu dapat digunakan untuk mengatur pekerjaan rumah, misalnya memarkir mobil.

7. Aplikasi Pemetaan yang Canggih

Navigasi pemetaan dapat berkembang menjadi pengawasan bagi setiap orang. Sistem pengawasan itu sudah terkuak pada program rahasia Badan Keamanan AS (NSA), PRISM.

Jadi, sangat mungkin ke depannya pemetaan akan menjadi mata-mata. Salah satu teknologinya bernama RIOT, yang mengelola situs publik seperti jejaring sosial, yang merangkai gambaran rinci dan prediksi apa yang dilakukan seseorang pada masa depan.

Teknologi lainnya, PREDPOL. Inovasi ini menggunakan algoritma dan data pemetaan untuk memprediksi kapan dan di mana kejahatan mungkin akan terjadi. Sangat canggih.

8. Panel Surya

Teknologi alternatif ini sering menghadapi kendala. Panel surya butuh media besar, kuat, tergolong mahal, dan isu efisiensi. National Geographic mengatakan, panel itu hanya mengumpulkan 10 sampai 20 persen sinar matahari.

Tapi, jangan khawatir, di masa depan, teknologi nano akan membuat panel lebih reflektif, lebih murah, dan lebih efisien. Inovasi lain, panel disertakan dengan antena kecil yang langsung akan mengubahnya menjadi tenaga listrik dan dapat menyimpan energi.

Lapisan terluar teknologi nano mengubah seluruh lapisan panel menjadi pengumpul energi surya.

9. Biohacking

Rekayasa makhluk yang bisa bersinar di gelap gelita atau populer disebut glow in the dark, dikhawatirkan beberapa ahli.

Jurnal Nature menyebutkan, ilmuwan khawatir penyebaran tanaman glow in the dark, bisa menjadi preseden buruk, terlebih jika tanpa pengawasan dan membuat persepsi negatif tentang uji coba baru yang melibatkan rekayasa organisme genetik (biologi sintetik).

Dengan inovasi ini, para pendukung biohacking dapat merekayasa seluruh bentuk kehidupan baru, baik bagus ataupun buruk. Sehingga, jaringan organisasi lingkungan internasional, Friends of the Earth, telah menyerukan moratorium global peluncuran organisme sintetis sampai munculnya peraturan yang tepat dan mekanisme keselamatan.

10. Pemindai Genetik

Perkembangan teknologi di masa depan memungkinkan manusia untuk menganalisis secara penuh genetik seseorang. Misalnya, aplikasi MyGenome yang didapatkan pada iPad.

Kendati saat ini biaya aplikasi itu tergolong tinggi, tapi nantinya biaya pengurutan DNA akan menurun. Diperkirakan biaya per orang turun dari US$2,7 miliar, setara Rp26,7 triliun, menjadi US$5000 setara Rp49,5 juta dalam kurun waktu 10 tahun.


Dengan munculnya aplikasi genetik itu, seseorang dapat menjaga diri dari sesuatu yang beresiko terhadap kesehatan, misalnya kerentanan terhadap kanker.
Posting Komentar