Selasa, 02 Juli 2013

Demensia Digital Hantui Para Remaja Masa Kini


Yang muda dengan smartphone.

Para ahli menemukan, kasus demensia digital telah melonjak tajam pada pasien usia muda. Mereka mengatakan bahwa kini remaja telah menjadi begitu tergantung pada teknologi digital mereka sehingga mereka melupakan hal-hal kecil, misalnya nomor telepon mereka sendiri.


Penggunaan smartphone dan perangkat permainan yang berlebihan telah menghambat keseimbangan otak, ujar Byun Gi-won, salah satu dokter di Balance Brain Centre, Seoul, pada koran lokal JoongAng Daily, seperti dikutip Daily Mail. Situs The Telegraph melaporkan bahwa Korea Selatan merupakan salah satu negara dengan penggunaan perangkat digital terbesar pada orang dewasa dan anak-anak.

Para ahli dari Korea Selatan ini menemukan bahwa penurunan kognitif akibat perangkat digital ini sebenarnya lebih sering terjadi pada orang yang menderita cedera kepala atau penyakit jiwa. Penggunaan perangkat digital cenderung menggunakan otak kiri sehingga otak kanan kurang dimanfaatkan atau bahkan menjadi terbelakang, kata Gi-won.

Padahal, otak kanan yang berhubungan dengan konsentrasi dan keterbelakangan ini memengaruhi kemampuan perhatian dan memori manusia. Sebanyak 15 persen kasus ini merupakan awal terjadinya demensia.

Selain itu, kecanduan digital ini pun bisa menyebabkan keterbelakangan emosional, terutama pada anak-anak. Pasalnya, otak anak-anak masih dalam proses tumbuh kembang.

Peningkatan penggunaan perangkat digital ini terlihat pada remaja dengan usia 10-19 tahun. Mereka menggunakan smartphone selama 7 jam per hari (18,4 persen). Angka ini meningkat sebesar 7 persen dibandingkan dengan tahun lalu.

Temuan ini sejalan dengan studi yang dilakukan Universitas California, AS, yang menyatakan bahwa semakin banyak orang usia muda yang menderita masalah memori. Penelitian yang diterbitkan awal bulan ini, menemukan bahwa 14 persen laki-laki dan perempuan antara usia 18 dan 39 mengeluh bahwa memori mereka sangat terbatas.


Peneliti AS menduga, gaya hidup modernlah yang membuat mereka mengalami masalah ini. Terlalu banyak berhadapan dengan komputer dan ponsel membuat seseorang semakin buruk dalam mengingat informasi. Ditambah lagi, stres yang semakin meningkat juga menyebabkan seseorang semakin sulit berkonsentrasi.

Tidak ada komentar: