Kamis, 06 Maret 2014

Alat "ajaib" AutoPulse yang berhasil menghidupkan kembali pasien jantung yang sudah dinyatakan meninggal

Menurut pabrik Zoll, AutoPulse yang bersifat non-invasif, mampu memompa laju darah pada jantung ke seluruh tubuh lebih terarah ketimbang kompresi manual dengan bantuan tangan seperti yang dilakukan para dokter selama ini. Dan, teknik ini meminimalisir waktu jeda pada pemompaan jantung dibandingkan CPR konvensional.


AutoPulse bukan barang baru. Perangkat ini dikomersialisasikan pertama kali pada tahun 2003, sekitar satu dekade silam. Lembaga Emergency Medical Technicians (EMT) telah berdiskusi seputar kegunaan perangkat dan teknik CPR ini selama bertahun-tahun.

"Teknik ini membuat tekanan di dada terus menerus hingga mendekati tingkat terapeutik (mengobati)," ujar David Silvia, sukarelawan EMT Intermediate and Sandy Ore, pada ProCPR Blog.

"Yang pada gilirannya nanti membantu kita bisa mengurangi konsumsi obat-obatan. Ini akan mengubah cara kita, terutama mereka yang terlibat dalam medis dan kedokteran, untuk mengatasi insiden serangan jantung," tambah Nathan Jaqua, seorang mahasiswa EMT Basic. "Kami menggunakan kemampuan yang sama, namun mengubah seluruh atmosfer."

Pada tahun 2010, National Center for Biotechnology Information (NCBI) di AS sempat melakukan penelitian lebih lanjut tentang pengaruh AutoPulse di luar lingkungan rumah sakit dalam antisipasi serangan jantung resusitasi.

Hasilnya, setelah melibatkan 29 responden, yang mana semuanya adalah pasien penyakit jantung, NCBI menyimpulkan bahwa AutoPulse mampu meningkatkan tekanan darah diastolik lebih besar dibandingkan melakukan kompresi pada dada.


Departemen itu bahkan mengatakan bahwa prosedur baru ini sangat menjanjikan dan manfaatnya bisa diandalkan untuk perawatan pasien ke depannya.
Posting Komentar