Rabu, 26 Februari 2014

Konsumsi Air Berlebih Rusak Ginjal dan Otak

Para ahli menyarankan kita untuk mengonsumsi air putih setidaknya dua liter per hari. Ini karena air putih dipercaya mampu membersihkan racun dalam rubuh. Apakah Anda sudah memenuhi standar ini? Jika belum, ada baiknya Anda menyediakan sebotol air di meja kerja.

Tapi jangan juga berlebih. Karena konsumsi air terlalu banyak ternyata juga dapat merusak ginjal. Air putih dengan volume lebih dapat menghancurkan keseimbangan cairan.

Di luar sel ginjal ada natrium yang membantu menjaga keseimbangan cairan. Ketika mengonsumsi air putih berlebihan, maka kadar natrium tidak akan tercukupi, kemudian air mulai merembes masuk ke dalam sel. Dengan demikian, sel dengan mudah meregang untuk batas tertentu, atau bahkan pecah.

Selain masalah ginjal, asupan air berlebihan juga dapat meningkatkan volume darah. Memaksa ginjal untuk bekerja lebih keras lagi, guna mengurangi kadar air. Dilansir laman Boldsky berikut masalah lain yang ditimbulkan karena kelebihan konsumsi air.


Pembengkakan otak

Pada dasarnya seluruh bagian tubuh manusia mengandung air. Di otak misalnya, terdapat sekitar 70 persen bagian yang lebih 'berair'. Ketika air masuk ke otak melebihi kapasitasnya, dapat berpengaruh pada pembengkakan selaput otak.

Kejang

Saat otak mengandung jumlah air berlebihan, seseorang dapat berisiko kejang dan pingsan. Hal ini dikarenakan telah terjadinya pembengkakakn sel dalam tubuh.

Pendarahan Otak

Ini terjadi karena sel-sel otak sudah tak mampu menampung air yang berlebih. Dipastikan hal ini dapat menyebabkan pendarahan internal. Kalau tak segera ditangani dapat menyebabkan koma bahkan kematian.

Terkait hal tersebut, agaknya dapat menjadi fokus perhatian. Terutama bagi penggemar olahraga yang kerap mengkonsumsi air sebagai pengganti cairan tubuh. Agar tak terjadi overhidrasi atau kelebihan air, sebaiknya jangan minum air dalam jumlah banyak sekaligus. Harus bertahap.
Posting Komentar