Selasa, 08 Oktober 2013

Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Kesuburan

Ilustrasi sperma dan sel telur.

Bagi pembaca sekalian yang akan dan telah menikah yang penasaran dengan faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi kesuburan alias kesehatan organ reproduksi sepasang suami istri, berikut penjelasan lengkapnya, seperti Penulis kutip dari situs ayahbunda.co.id:


1. Rokok.
Jika Anda berdua perokok, bisa-bisa peluang Anda jadi ayah dan bunda  terbang bersama asap rokok. Karena puluhan zat berbahaya yang terkandung dalam rokok mengakibatkan:
  • Gerak sperma lambat, jumlahnya turun dan sebagian mati.
  • Risiko keguguran meningkat 64% bila suami isteri perokok atau salah satunya perokok.
  • Asam nikotin pada rokok mengikat hemoglobin sehingga fungsinya sebagai pembawa oksigen ke organ vital menurun. Yang pasti, aneka zatracun ikut mengalir ke sistem reproduksi Anda.
  • Rokok bisa menghambat ovulasi (keluarnya sel telur dari indung telur ke saluran tuba).
  • Lendir leher rahim terpengaruh racun rokok sehingga menghalangi mampirnya sel sperma ke sel telur.


2. Menyetir mobil atau Motor.
Penelitian Dr. Michele De Rosa dari University of Naples Federico II (Italia) mengungkap, oksida nitrogen, timah, oksida belerang, dan karbon monoksida yang terkandung dalam gas buangan kendaraan bermotor, bisa jadi biang keladi turunnya kualitas sel telur dan sperma. Kemacetan di jalan semakin memperlemah gerak sperma. Selain itu, suhu panas dari mesin kendaraan mempengaruhi daya tahan sperma. Itu sebabnya Dr.De Rosa mengklaim orang yang menghabiskan 6 jam atau lebih berkendaraan per hari, kesuburannya bisa terganggu.

3. Usia.
Memasuki usia 35 tahun, tingkat kesuburan seorang perempuan sudah menurun sampai akhirnya masuk ke wilayah baru, yaitu menopause pad ausia 45-50 tahun. Menurut Dr. Gillian Lockwood dari Midland Fertility Service, Inggris, penurunan kesuburan tersebut disebabkan:
  • Berkurangnya jumlah sel telur setelah bertahun-tahun mengalami menstruasi.
  • Kualitas sel telur yang juga mengalami penurunan.
  • Sel telur perempuan usia 35 tahun sering ‘tidak siap’ dibuahi sperma.


4. Kafein.
Kafein ada di dalam minuman membuat Anda selalu siaga. Anda juga tak ingin ketinggalan gaya hidup nongkrong di kafe dengan satu cup besar kopi. Padahal, kadar kafein tinggi dalam darah Anda dapat:
  • Menekan produksi hormone estrogen dan progesterone, sehingga menghambat terjadinya ovulasi.
  • Mengurangi kandungan darah dalam hormon prolaktin mengganggu siklus haid sehingga fertilisasi pun rendah.


5. Radiasi.
Radiasi sangat berbahaya untuk setiap sel tubuh Anda. Penderita kanker yang menjalani penyinaran untuk membunuh sel-sel kanker merasa sangat tidak nyaman dengan radiasi ini, begitu juga bila Anda bekerja bekerja di lokasi yang mengandung radiasi tinggi, misalnya PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir), maka akan terserang rasa mual, muntah, atau pusing. Sampai saat ini tidak ada ambang batas radiasi yang aman, bahkan menurut 40 ilmuwan European Commission on Radiation Risk, dosis radiasi alfa yang rendah bisa jauh lebih berbahaya merusakkan sel. Dampak buruk radiasi teradap reproduksi:
  • Terhentinya menstruasi sebelum masa menopause.
  • Mengganggu produksi sperma dan sel telur.
  • Menurunkan gairah seksual.
Posting Komentar