Rabu, 23 Oktober 2013

Beberapa Hal Seputar Kesehatan Bayi yang Patut Diperhatikan

Keluarga kecil sedang makan bersama.

Banyak wawasan yang harus dimiliki oleh seorang calon Ibu, agar kesehatan calon bayi nya terjaga, berikut beberapa hal penting yang patut diperhatikan, seperti dirangkum dari Tabloid Mom & Kiddie.
  • Jus memang menjadi asupan bergizi untuk dikonsumsi. Namun ketika asupan tersebut diberikan pada bayi, bolehkah hal tersebut dilakukan?

Deretan pertanyaan di atas kerap membuat Moms ragu saat memberikan MPASI (makanan pendamping ASI) kepada si kecil. Maklumlah, bagi Moms baru, ini merupakan pengalaman perdana. Selain belum mengerti mana yang boleh dan mana yang tidak, simpang-siur pendapat di masyarakat sering membuat Moms baru semakin bingung. Nah, supaya nggak semakin pusing tujuh keliling, Dr. Tan Lina, SpGK akan membeberkan fakta-fakta seputar makanan bayi untuk Moms semua, seperti dikutip dari 

Jangan Asal Memberi Jus Buah

Bayi di bawah usia 6 bulan TIDAK direkomendasikan untuk diberikan jus, kecuali karena alasan meredakan sembelit pada bayi. Bahkan The American Academy of Pediatrics (AAP), menyarankan untuk menghindari pemberian jus kepada anak di bawah usia 1 tahun. Mengapa? Karena bayi yang minum terlalu banyak jus akan mudah merasa kenyang dan menolak untuk mencerna makanan padat yang lebih bernutrisi.

Penelitian juga menyatakan bahwa bayi yang minum jus berlebihan, berisiko mengalami kelebihan berat badan saat mereka besar nanti.

Jika Moms ingin memberikan jus buah sebaiknya buatan sendiri dan dari buah segar agar kandungan vitaminnya sesuai dengan vitamin yang terkandung dalam buahnya. Hindari jus kemasan! Karena mengandung gula yang cukup tinggi bahkan mengandung pemanis buatan, mineral dan vitamin yang sengaja ditambahkan untuk meningkatkan kandungannya. Selain itu tidak mengandung serat yang bermanfaat untuk melancarkan pencernaan.
  • Bayi Vegetarian, Cukupkah Nutrisinya?
Selama mengikuti pola gizi seimbang dan mencukupi kandungan zat gizi untuk pertumbuhan, bayi vegetarian akan tetap terpenuhi nutrisinya. Sumber protein bisa diperoleh dari kedelai, kacang dan biji-bijian. Sebaiknya untuk bayi, pilihlah vegetarian Lacto-ovo atau Ovo saja. Artinya, si kecil masih bisa mengonsumsi telur dan susu serta produk olahannya seperti keju dan yoghurt.

Bila bayi sama sekali tidak mengonsumsi protein hewani, pastikan mencukupi kebutuhan zat besi dengan memberinya aneka sayuran hijau serta serealia yang difortifikasi zat besi. Tingkatkan konsumsi vitamin C yang diperlukan dalam proses penyerapan zat besi.

Bagi Moms vegetarian yang memberikan ASI eksklusif, dianjurkan untuk mengonsumsi makanan kaya gizi. Sebaiknya lakukan pemeriksaan tumbuh kembang anak secara berkala. Jika ditemukan gangguan tumbuh kembang akibat defisiensi zat gizi tertentu, pertimbangkan lagi gaya vegetarian ini. Jangan sampai pertumbuhan si kecil menjadi tidak sehat

Memperkenalkan beragam makanan untuk bayi memang sah-sah saja. Meski demikian, para ibu sebaiknya selektif dalam memilihkan makanan untuk buah hatinya.


Selain buah dan sayur yang menjadi nutrisi utama diberikan pada bayi, kandungan protein seperti ikan, daging dan sumber protein lainnya penting disuguhkan pada buah hati Anda. Semua makanan itu pun bisa diolah dalam beragam bentuk masakan. Tak jarang, para ibu memberikan masakan bersantan untuk bayinya.
  • Bagaimana Cara Membekukan Makanan Bayi?
Dalam membekukan makanan bayi, perhatikan hal-hal berikut:

- Masukkan makanan bayi ke dalam wadah yang bersih/steril. Usahakan satu wadah untuk satu porsi makanan bayi.

- Rekatkan label, cantumkan bahan dan tanggal pembuatan makanan pada bagian luar wadah.

-Masukkan ke dalam lemari pendingin.

- Atur agar yang akan dikonsumsi terlebih dulu, berada di deretan depan atau atas, dan itu adalah kemasan makanan yang paling lama atau lebih dulu disimpan.

-Tidak semua bahan makanan dapat dibekukan seperti sayuran berdaun hijau dan buah sebaiknya diberikan dalam keadaan segar.

-Jangan disimpan lebih dari 3 bulan. Penyimpanan makanan di freezer membuat jumlah kristal pada makanan bertambah. Pada saat makanan dicairkan, terjadi evaporasi nutrien melalui kristal air tersebut. Jadi 3 bulan adalah jangka waktu maksimal penyimpan, tetapi sebaiknya simpan makanan selama 1 bulan saja.

- Makanan bayi yang bisa dibekukan dan sudah dimasak seperti bubur tepung beras, pure atau bubur lembut, bisa disimpan di lemari es maksimal 58 jam untuk mencegah tumbuhnya bakteri. Sebelum diberikan dipanaskan terlebih dulu. Jika ada makanan sisa sebaiknya dibuang.

-Jika menyimpan buah, sayur, daging, dan lainnya, sebaiknya makanan tersebut tidak disimpan lebih dari 48 jam.
  • Makanan Bersantan, Bolehkah?
Santan dapat diperkenalkan kepada anak sejak usia 9 bulan (sudah mendapat MPASI). Perlu Moms ketahui, santan memiliki beberapa kelebihan/manfaat yaitu:

- Lemak santan merupakan sumber kalori paling tinggi dibandingkan zat gizi lain. Unsur nutrisi ini sebaiknya diberikan dalam jumlah yang cukup sejak bayi.

-Lemak santan merupakan jenis yang dapat memperlancar berbagai proses metabolisme tubuh.

-Santan juga membantu tubuh menyerap vitamin yang larut dalam lemak seperti vitamin A, D, E, dan K.

-Lemak santan baik untuk membantu pembentukan empedu, plasma darah, jaringan otot, hati, ginjal, dan kelenjar adrenalin.

-Untuk perkembangan sel otak sehingga santan merupakan salah satu zat penting untuk meningkatan kecerdasan.

-Lemak adalah zat yang memberikan rasa sedap pada makanan.
Posting Komentar