Senin, 23 September 2013

Penjelasan Mengenai Bengkak pada Kaki

Kaki yang terawat.

Bengkak merupakan sebuah tonjolan pada permukaan kulit, bengkak sering membuat Kita khawatir. Ya, wajar aja, karena tanpa diawali adanya trauma terlebih dahulu, seperti jatuh kesandung, tiba-tiba kaki jadi bengkak begitu saja.

Kaki bengkak ada yang berbentuk edema, yaitu pembengkakan berupa penumpukan cara dan darah di area kaki yang kalau ditekan akan membentuk cekungan yang menetap beberapa waktu di daerah penekanan.

Kaki bengkak jenis ini sebenarnya tidak berbahaya, khususnya kepada bagian kaki itu sendiri. Tapi ini cukup mengganggu pada saat jalan atau mau memakai sepatu.

Kaki bengkak sering dialami oleh banyak orang. Ada dua bentuk penyakit ini, berikut penjelasan lengkapnya:


1. Kaki bengkak karena radang

Gejala pertama ini biasanya bersifat keras dan nyeri kalau ditekan. Penderita akan mengalami kesulitan jalan karena rasa nyeri tersebut.
Kaki bengkak ini terjadi akibat radang. Bisa radang karena asam urat. Bisa karena trauma/terbentur.

Radang karena asam urat terjadi karena penumpukan asam urat di daerah kaki akibat meningginya kadarnya dalam darah. Biasanya terjadi setelah konsumsi makanan yang mengandung purin tinggi seperti kerang, jeroan, melinjo, dan lain-lain.

Radang karena trauma terjadi karena benturan atau luka di kaki. Biasanya kaki bengkak karena trauma bisa cepat sembuh setelah mengkonsumsi obat anti radang dan/atau antibiotika.

2. Kaki bengkak karena cairan

Kaki bengkak karena cairan disebut juga edema kaki. Ini merupakan pembengkakan tungkai bawah akibat penumpukan cairan pada kaki tersebut. Berbeda dengan golongan satu di atas, di sini kaki bengkaknya tidak terasa nyeri kalau ditekan. Biasanya akan timbul cekungan bekas tekanan jika bagian bengkaknyaa dipencet.

kaki bengkakAda beberapa faktor yang menyebabkan hal kedua ini. Kadar protein (albumin) darah yang rendah, fungsi pompa jantung yang berkurang, sumbatan pembuluh darah/pembuluh limfe, penyakit liver/ginjal kronis, serta posisi tungkai yang terlalu lama menggantung menjadi beberapa penyebabnya.

Pada ibu hamil, kaki bengkak ini biasanya terjadi pada dua bulan terakhir kehamilan. Bengkaknya muncul di kedua kaki. Gejala bengkak ini bisa berbahaya, bisa juga tidak. Berbahaya jika disertai dengan tekan darah tinggi dan meningginya kadar albumin dalam urine. Keadaan inilah yang disebut sebagai pre-eklamspia atau dalam istilah awam keracunan kehamilan. Jika anda mendapatkan tiga tanda tersebut di atas, waspadalah! Jangan diabaikan karena sangat berbahaya bagi ibu dan janin. Begitu banyak janin dalam rahim meninggal akibat tingginya tekanan darah ibu.

Saya pernah mendapatkan kasus di mana seorang ibu dari bulan pertama – ke sembilan selalu periksa kandungan, tapi pada minggu akhir kehamilan, janinnya meninggal akibat tingginya tekanan darah pada saat itu.


Meninggalnya bayi diakibatkan berkurangnya aliran oksigen ke bayi ketika tekanan darah ibu sangat tinggi. Jadi hati-hatilah terhadap kaki bengkak.

Semoga penjabaran diatas dapat dijadikan referensi agar Kita tidak menjadi khawatir dalam menghadapinya.
Posting Komentar