Jumat, 22 November 2013

Cara Jitu Mengatasi Bayi Rewel yang Menangis Terus Menerus

Bayi sedang menangis tanpa henti karena rewel.


Memiliki bayi di tengah-tengah keluarga merupakan pengalaman yang menyenangkan. Apalagi jika bayi tersebut berada pada usia yang mengemaskan. Namun tidak dapat dipungkiri juga akan menjadi tantangan sulit bagi orang tua untuk mengatasi saat seorang bayi rewel, apalagi jika itu tejadi pada malam hari di saat jam tidur.

Beberapa dari kita masih saja mempunyai anggapan mistis bahwa jika bayi rewel dan menangis yang berkepanjangan dikarenakan bayi tersebut melihat hantu atau mungkin hal-hal gaib lainnya yang mengganggu si Bayi.

Bayi selama ini berada di dalam kandungan selama hampir 10 bulan dan berada dalam lingkungan yang gelap. Begitu lahir, dia tiba-tiba berada di lingkungan yang terang, banyak suara dan dikelilingi banyak orang. Bayi baru lahir butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya. Oleh karena itu mereka bisa saja tiba-tiba menangis karena tidak nyaman.

Bagi kita yang mempunyai bayi, terkadang kita mengahadapi situasi dimana ada saatnya Bayi Rewel atau mengais yang terkadang membuat kita kebingungan untuk menenangkannya. Kita tahu bahwa bayi itu belum mampu berkomunikasi melalui bahasa verbal dan mengangis merupakan satu-satunya cara bagi bayi untuk menyampaikan sesuatu kepada kita.

Bayi menangis biasanya disebabkan oleh beberapa faktor. Sebab bayi belum dapat menyatakan keinginannya lewat bahasa maka ia akan mengepresikannya dengan tangis. Contohnya saja saat bayi lapar atau saat mereka buang air, maka sang bayi tentu saja akan menangis.

Berikut penjelasan penyebab beserta solusinya secara lengkap, yang mana dikumpulkan dari berbagai sumber:


1. Menggendong Bayi
Menurut situs Instictive-Parenting, beberapa bayi menangis karena ingin merasa lebih baik. Mereka bisa saja menangis karena lingkungan yang membuatnya stres dan merasa kaget saat hidup di luar janin. Jika bayi menangis karena hal itu, gendonglah dia dan biarkan tangisan itu. Namun tunjukkan padanya kalau dia boleh menunjukkan emosinya. Jangan timang bayi terlalu keras. Cobalah alihkan perhatiannya dengan mainan. Dengan membiarkan bayi menangis untuk melepaskan stres yang dirasakannya, episode tangisan ini akan berangsur-angsur berkurang.

2. Posisi Berbeda
Jika menggendong bayi kolik dengan posisi wajah ke atas, ini tidak membantu penderitaannya. Cobalah posisi lain. Gendong bayi menghadap ke bawah - dengan tangan di bawah perut dan kepala di lengan. Ini mungkin menenangkannya. Tekanan pada perutnya dapat membantu mengurangi gas dan rasa tidak nyaman.

3. Beri Empeng
Bayi memiliki insting mengisap yang kuat, sehingga empeng juga dapat menenangkan bayi yang kolik. Bonus: penelitian telah menemukan, empeng juga dapat membantu mencegah sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).

4. Kontrol Emosi Anda
Perlu diingat, bayi sangat sensitif pada lingkungannya. Jika Anda sebagai ibunya merasakan stres, cemas, sedih atau tidak sabar, bayi bisa merasakannya. Apalagi jika Anda merasakan perasaan-perasaan tersebut saat menggendongnya. Cobalah kontrol emosi Anda dan ubah rasa tidak nyaman itu menjadi rasa cinta.

5. Jalan-jalan
Bayi dalam rahim terbiasa dibawa bergerak. Meniru hal ini, bisa dengan membawa bayi bergerak untuk membuatnya tertidur. Taruh bayi di ayunan, kursi goyang, beri kursi mobil bergetar, namun jangan pernah meninggalkan bayi sendiri, karena selalu ada bahaya terjatuh. Bawa bayi kolik berjalan-jalan dengan mobil, juga dapat dilakukan.

6. Pijat Bayi
Ingat kekuatan dari sentuhan pada bayi kolik. Banyak bayi sentuhan skin to skin . Penelitian telah menemukan, bayi yang dipijat berkurang menangis dan tidur lebih baik. Coba tanggalkan pakaian bayi dan pijat lembut, pijat lembut bagian kaki, lengan, punggung, dada, dan wajah. Ini juga dapat menenangkan Anda.

7. Lampin
Bagi orang dewasa, dibungkus selimut mungkin terasa seperti dikekang. Tetapi bagi bayi yang menangis dan rewel, lampin terasa seperti rahim sempit, akrab, dan menghibur. Namun seberapa ketat lampin dapat dililitkan, lilit dengan kekuatan cukup saja sehingga lampin bayi tidak lolos, maupun lengan dan kakinya bebas dan memukul dirinya sendiri.


8. Istirahat Sebentar
Menghibur bayi setelah menangis keras di malam sebelumnya karena kolik, merupakan hal penting. Anda mungkin merasa kewalahan, frustrasi, dan kurang efektif dalam bekerja. Jika tidak ada dampak yang terlihat, istirahatlah. Serahkan bayi pada pasangan Anda atau anggota keluarga lain. Ketika itu bukan pilihan, ingatlah jika sah-sah saja membiarkan bayi menangis dalam keranjang tidurnya sebentar sementara Anda mengumpulkan energi.

9. Upayakan Sendawa
Ketika bayi menangis, Ia bisa menelan banyak udara. Itu dapat membuatnya kembung dan tidak nyaman, lalu membuatnya menangis lebih keras. Cobalah gendong dengan posisi vertikal dan urut lembut punggungnya. Posisi klasik (kepala bayi di atas bahu Anda) kerap efektif walaupun dapat membuat bayi gumoh di punggung. Metode lain: baringkan bayi dengan kepala di bagian lutut, atau tarik bayi menyerupai gerakan sit-ups dengan salah satu lengan mendukung dada dan leher nya.

10. Penuhi Kebutuhannya
Salah satu cara mengatasi tangis bayi adalah dengan memenuhi kebutuhannya. Cari tahu apakah bayi lapar? mengantuk? buang air kecil atau besar? Dengan mengecek kondisi bayi secara teratur dan memastikan dia baik-baik saja, Anda bisa mengurangi risiko dia akan menangis.

11. Mengurangi Stimulasi yang Berlebihan
Terkadang bayi menangis meskipun semua kebutuhannya sudah Anda penuhi. Hal ini biasanya terjadi karena dia terlalu banyak mendapatkan stimulasi. Stimulasi ini bisa bermacam-macam, seperti cahaya, suara dan orang-orang di sekitarnya.

12. Waktu pemberian ASI atau susu
Coba berikan Asi pada saat jam tidur akan datang, menyusui akan membuat bayi anda merasa kenyang dan nyaman sehingga Bayi dapat tidur dengan pulas.

13. Cek perubahan kondisi yang membuat tidak nyaman
Cobalah cek popok nya jika bayi anda tiba-tiba rewel atau menangis ,ada kemungkinan popok nya basah karena pipis atau bahkan Buang air besar. Karna popok yang basah itu membuat bayi anda tidak nyaman dan menjadi rewel.

Jika pakaiannya basah karena keringat juga dapat menyebabkan bayi anda rewel. Cobalah menjaga suhu ruangan tempat bayi anda antara 25 derajat sampai dengan 27 derajat celcius, sirkulasi udara yang bagus juga perlu diperhatikan supaya bayi anda mendapatkan udara yang segar di dalam ruangan.

Sesuatu yang asing juga dapat menyebabkan bayi anda rewel contohnya ruangan yang gelap atau terlalu bising, gigitan serangga.

14. Kumpulan penyebab-penyebab yang lain
Terkadang bayi rewel dikarenakan kelelahan, cobalah pijat perlahan badan nya agar dia merasa rileks.

Jika telapak tangan dan kakinya terasa dingin berarti bayi anda sedang merasa kedinginan, pakaikan kaos kaki dan sarung tangan agar bayi menjadi hangat. Perlu diingat bahwa terkadang bayi tidak menggigil jika merasa kedinginan terutama pada bayi usia dini.

Bila tidurnya terganggu, ninabobokan dengan cara digendong secara lembut sambil bersenandung. Bayi menyukai sesuatu yang lembut dan hangat.

Kolik pada bayi adalah faktor yang paling dominan dalam masalah bayi rewel, ditandai dengan tangisan bahkan jeritan yang berkepanjangan biasanya terjadi di malam hari. Jika kolik pada bayi berlangsung lama cobalah menggerus bawang merah campur dengan minyak telon dan usapkan pada perut bayi terutama di bagian pusar, gendonglah bayi di dada dan elus-elus punggungnya dengan lembut, hal ini akan membantu menghilangkan rasa sakit pada bayi.

Terkadang bayi anda akan merasa bosan dan hal ini membuatnya menjadi rewel, cobalah untuk membelikan atau memberikan beberapa mainan yang bisa membuatnya ceria kembali.

Jika bayi Anda menangis tiba-tiba padahal semua kebutuhanya sudah dipenuhi, coba bawa bayi ke ruangan yang lebih tenang. Matikan televisi atau musik yang bisa membuatnya kesal. Gendong bayi dan usap-usap punggungnya untuk menenangkannya.

15. Yang harus dimengerti jika bayi kembung
Bayi sering menangis tanpa sebab? Jika bukan karena kolik, mungkin dia kembung. Bayi 4 bulan ke bawah rentan terserang kembung karena organ pencernaanya belum matang, akibatnya gas mudah berkumpul di lambung atau usus, jadilah kembung. Jangan panik, kenali penyebab dan gejalanya serta cari tahu mengatasinya.

Cari penyebab bayi kembung. Kalo salah identifikasi penyebab, susah mengatasi bayi kembung. Biasanya bayi kembung karena ada gangguan di saluran cerna. Bisa jadi karena nggak cocok dengan susu formulanya, MPASI (makanan pendamping ASI) atau karena masuk angin, terpapar angin di luar, atau kipas angin dan AC.

Dont be panic, mom! Apapun keadaannya, kita mesti tetap stay cool. Panik hanya akan menambah masalah!

Bayi yang baru lahir memiliki kondisi kesehatan yang kurang baik. Bayi kerap mengalami sembelit, perut kembung atau disentri karena sistem pencernaannya masih dalam pertumbuhan.

Penyebab kembung:
Posisi menyusui kurang tepat sehingga udara ikut terhisap.
Bayi tidak segera disusui saat lapar sehingga udara masuk perut.
Bayi terutama yang tidak tahan laktosa diberi susu formula, sehingga kandungan laktosanya menyebabkan gas terkumpul dalam usus.
Bayi usia 6 bulan mendapat makanan tambahan berisiko penumpukan gas di pencernaan semakin besar. Ini karena masa peralihan dari susu ke makanan padat rentan mengakibatkan ganguan pencernaan dan pengaliran makanan.

Gejala Kembung:
Menangis terus menerus
Menarik-narik kakinya ke arah perut
Sering buang angin
Perutnya keras setelah makan

Ketidaknyaman dengan kondisi tubuhnya, ketika perutnya membuncit dan ketika diketuk seakan terasa adanya perubahan dari kondisi perut bayi normal. Hal demikian terjadi dikarena adanya peningkatan jumlah gas di dalam saluran pencernaan bayi atau dikenal dengan istilah kembung. Pada bayi yang kurang dari 4 bulan kondisi tersebut terjadi dikarenakan belum menghasilkan organ pencernaan yang kuat sehingga mudah meningkatkan gas di perut dan dibagian ususnya, meskipun demikian anda tidak perlu panik.

Anda dapat mencari tahu penyebab perut kembung pada bayi anda. Dalam keadaan normal di bagian perut memang memiliki kandungan udara akan tetapi tidak dalam jumlah yang berlebih sehingga kandungan udara akan kembali normal di dalam perut ketika bayi anda telah buang gas. Akan tetapi ada beberapa kondisi yang menyebabkan pertambahan udara di dalam perut bayi sehingga mengakibatkan perut bayi kembung seperti kurangnya nutrisi yang tepat  pada bayi anda, sedang mengalami gangguan pernapasan seperti sesak nafas sehingga udara masuk ke dalam bagian perut lebih banyak dari keadaan normal, bayi yang tidak dapat mentoleransi laktosa susu formula sehingga sebagian besar thecontent laktosa dapat menyebabkan gas dalam usus atau adanya gangguan passage (perjalanan makanan) pada bayi yang telah mendapatkan makanan pendamping ASI.

Bagi anda untuk mendeteksi bayi yang mengalami perut kembung dapat dilihat dari bagian perut yang lebih membesar dari biasanya, bayi anda gelisah dan menangis terus menerus, pada kondisi tertentu menarik-narik kakinya ke bagian perut, anda juga dapat melakukan ketukan lembut pada perut bayi untuk melihat perubahan yang terjadi dari keadaan normalnya. Perut kembung pada bayi dapat mengakibatkan kondisi yang tidak nyaman sehingga mengakibatkan bayi anda menangis lebih sering meskipun demikian anda tidak perlu panik kondisi perut bayi kembung dapat diatasi di rumah dengan cara-cara seperti dibawah ini :

a. Pentingnya sendawa setelah minum susu
Setelah makan, Anda perlu menepuk punggung bayi dengan lembut sambil menggendongnya. Anda bisa melakukan hal ini selama satu sampai dua menit sampai bayi bersendawa. Kembung mulai berkurang ketika bayi bersendawa.
Telungkupkan si kecil diatas paha kita (bundanya) posisi ini akan membuat perutnya tertekan paha dan mendorong kentut keluar.

Bersendawa setelah minum susu penting bagi bayi, sebab akan menghindarkannya dari perut kembung. Udara di dalam perut bayi ini ikut menelusup masuk saat minum bayi minum susu.

Ketika bayi Anda menyusu, seringkali udara ikut-ikutan masuk bersama susu. Biasanya, volume udara yang tertelan oleh bayi yang minum ASI lebih sedikit ketimbang bayi yang minum susu botol. Nah, volume udara yang masuk ini akan lebih banyak lagi jika cara menyusunya kurang tepat, bayi tidak tenang, atau baru saja menangis berkepanjangan akibat marah atau kelaparan. Kok, bisa? Ketika susu masuk ke dalam lambung bayi, udara yang masuk tertahan di bagian atas lambung. Akibatnya, perutnya kembung. Bayi pun jadi rewel.

Untuk menghindari perut bayi kembung, segera sendawakan setelah ia menyusu pada masing-masing payudara. Sebenarnya, ada 3 posisi yang umum digunakan untuk menyendawakan bayi. Tapi, setiap bayi biasanya punya posisi favorit yang menurutnyapaling nyaman. Jadi, pandai-pandailah membaca isi hatinya.

Posisi menghadap ke belakang
Letakkan handuk kecil atau saputangan pada bahu Anda untuk menahan muntahan susu.
Gendong bayi menghadap ke belakang dengan bertopang pada bahu Anda.
Tegakkan tubuhnya dan biarkan kepalanya bersandar di bahu Anda.
Gunakan satu tangan untuk menahan tengkuk dan bokongnya, sementara tangan lainnya mengelus-elus punggungnya sampai dia bersendawa.
Posisi tengkurap di pangkuan
Telungkupkan bayi di atas pangkuan.
Topanglah dadanya dengan tangan agar kepalanya sedikit lebih tinggi dari tubuhnya.
Elus-elus punggungnya sampai dia bersendawa.
Posisi digendong di depan
Gendonglah bayi dengan cara menyangga tengkuk dan bokong di depan tubuh Anda.
Usahakanlah agar kepalanya sedikit lebih tinggi dari dadanya.
Letakkan handuk kecil atau saputangan di dadanya untuk menampung muntahan.
Elus-elus punggungnya sampai bayi bersendawa.

b. Gosok perut bayi
Untuk mengatasi kembung, Anda perlu menggosok perut bayi dengan lembut menggunakan minyak penghangat tubuh. Namun sebelum hal tersebut dilakukan, Anda harus membaringkan bayi terlebih dulu kemudian memijat perutnya dengan memberi sedikit tekanan. Langkah ini dapat mengatasi rasa kembung pada perut anak. Lakukan pemijatan dengan cara mengusap perut bayi ke arah usus besar, lalu turun lagi. Lakukan saat ia sedang santai atau tidak menangis.

c. Beri air hangat
Bila perut bayi kembung, Anda perlu memberi sedikit air hangat untuk diminum. Anda jangan memberi air yang panas. Selain itu, Anda juga perlu memandikan bayi menggunakan air hangat. Langkah ini mampu memulihkan perut bayi yang kembung. Letakkan juga kain hangat di atas perut bayi.

d. Waspada dengan susu formula yang dikonsumsi si kecil
Anda perlu waspada dengan susu formula yang dikonsumsi si kecil, sebab beberapa susu formula mampu membuat perut bayi kembung. Anda perlu mengamati apakah perut anak kembung setelah minum susu formula? Jika ya, maka Anda harus menghindari si kecil dari susu formula tersebut.

e. Membiarkan si kecil berolahraga
Anda perlu membiarkan bayi berolahraga. Salah satu olahraga yang dapat diterapkan dengan memegang kakinya kemudian menggerakannya secara perlahan. Langkah ini mampu meningkatkan pergerakan usus dan memudahkan bayi untuk membuang gas.

f. Membiarkan si kecil aktif bergerak
Anda dapat mengisi waktu luang dengan mengajak si kecil bermain. Anda perlu melibatkan bayi dalam kegiatan yang menyenangkan guna membantunya mengeluarkan gas yang ada di perut. Gerakan tubuh bayi yang semakin meningkat mampu membantunya mengeluarkan gas melalui sendawa.

g. Hindari terkena angin
Matikan kipas angin atau AC, karena keduanya juga akan memperparah kondisi si kecil, kalau si kecil kegerahan dikipasi aja dengan kipas manual (misalnya: kipas dari karton).
Parut 5 siung bawang merah, taruh di lepekan (piring kecil) campur dengan minyak kayu putih lalu balurkan ke seluruh tubuh. Urut lembut di sekitar daerah sela-sela tulang iga dan perut. Minyak atsiri yang terkandung dalam bawang merah dapat mengatasi bayi kembung.
Kenakan gurita bayi, tapi jangan diikat kencang-kencang ya... agar angin dari luar tubuhnya nggak masuk.
Pakai celana dan kaos singlet saja, agar tidak gerah. Oya jangan dipakein pampers (tambah gerah rek...).

h. Tengkurapkan bayi sehingga gas di perut mencari tempat lebih tingi lalu kemudian keluar sebagai buang angin.

16. Jika Anda khawatir akan tangisan bayi yang menderita, bawalah ke dokter.
Tindakan dokter diperlukan jika cara-cara di atas belum berhasil. Mungkin perlu pemeriksaan pencitraan (radiology) untuk mencari penyebab kembung. Dokter anak dapat memberikan petunjuk dan menyimpulkan penyebab medis. Kendati beberapa bayi tidak beralasan khusus menangis atau bayi hanya lebih mudah menangis keimbang bayi lain. Jadi pada saat bayi Anda menangis, ingat-ingat dua hal: Ini bukan kesalahan dan hal ini tidak akan berlangsung selamanya.
Posting Komentar